Selasa, 31 Mei 2011

Rahasia Memotret Lebih Baik dengan Mengenali Dasar-Dasar Fotografi

Setelah membaca tip ini Anda tidak akan menjadi pemenang lomba foto, tapi hal yang memungkinkan adalah Anda menjadi lebih baik dalam memotret, setidaknya paham dasar-dasar fotografi secara garis besarnya.

Fotografi memang bukan segalanya tentang kamera, namun kamera adalah alat untuk meminjamkan mata pemotret kepada penikmat foto. Maka, sekiranya perlu mengenal dan memahami bagaimana kamera bekerja.

Tugas utama dari kamera adalah mengatur intensitas cahaya yang masuk dan pada akhirnya mengenai film/sensor/CCD (selanjutnya saya sebut medium). Apabila, kamera mengizinkan terlalu banyak cahaya yang masuk maka medium akan terbakar (overexposed). Dan sebaliknya. Bagaimana agar cahaya yang masuk itu tidak berlebih dan tidak kurang, atau dengan kata lain ‘pas’. Berikut saya jabarkan satu persatu.
Aperture
Aperture bekerja seperti pupil mata, atau seperti bukaan kran air. Saat cahaya terang, pupil mata mengecil, sebaliknya: saat cahaya gelap pupil mata membesar. Demikian pula aperture atau diafragma pada kamera. Dengan kata lain, untuk mengontrol kapasitas cahaya yang dibutuhkan, mainkan bukaan aperture kamera.

Jika pemotret membutuhkan banyak cahaya, atur apeture camera ke bukaan kecil. Sebaliknya, jika jika kapasitas cahaya yang dibutuhkan sedikit, atur aperture kamera ke bukaan besar.

Logikanya, semakin besar bukaannya, maka akan semakin banyak cahaya yang akan masuk. Seperti sebuah kran air. Semakin besar kita buka keran tersebut maka akan semakin banyak air yang akan keluar. Semakin kecil nilai f-stop semakin BESAR BUKAAN DIAFRAGMANYA. Artinya, cahaya yang masuk semakin banyak sehingga waktu pencahayaan (kecepatan shutter) cenderung lebih cepat.

Penulisan aperture yang benar adalah f/x. Apabila dikatakan nilai aperture-nya adalah 5.6, maka penulisan yang benar adalah f/5.6. Jadi jangan bingung apabila ada yang bilang bahwa bukaan lensa 2.8 lebih besar dari bukaan lensa 5.6. Karena kalau secara penulisan matematisnya memang benar kan?(faktor pembaginya lebih sedikit: f/2.8 daripada f/5.6). Kebanyakan kita malas untuk bilang f/2.8 atau f/5.6.

Kesimpulan :
Aperture besar diwakili nomor yang kecil (f/2.8)– focus hanya pada satu objek: seperti gambar di samping ini, yang lain blur.

Sedangkan aperture kecil diwakili nomor yang besar (f/11) – focus pada semua objek. Untuk lebih mengenal besar atau kecil aperture dalam sebuah pemotretan, coba buka situs http://fotografer.net pada data teknis sebuah foto.



 

Dept of Field (DOF)
Dept of field (DOF) atau ruang tajam adalah suatu ruang di depan kamera, mulai dari tempat terdekat sampai yang terjauh, yang tampak tajam dan jelas dalam sebuah foto.


Shutter Speed
Shuter speed atau kecepatan rana bertugas untuk mengatur berapa lama shutter terbuka lalu menutup kembali untuk membatasi berapa banyak cahaya yang akan masuk.

Seperti teori keran, apabila kita membuka keran terlalu lama, maka wadah penampung air tadi akan kelebihan sehingga akan meleber keluar. Kalau dalam kasus fotografi, medium akan terbakar.


Penulisan shutter speed yang benar adalah 1/x. Sehingga apabila dikatakan bahwa sebuah foto menggunakan speed 60, maka penulisannya yang benar adalah 1/60 detik. Jadi jangan bingung kalau dikatakan bahwa speed 60 lebih cepat dibandingkan 30 (seperti petunjuk speedometer di motor 60 km/hour lebih cepat daripada 30 km/hour kan?).

Shutter speed berkecepatan tinggi 1/500 detik membuat objek beku (freeze) ini digunakan memotret objek yang melesat dengan kecepatan tinggi pula, misalnya : motor balap, mobil balap, balon berisi air yang pecah di udara, dan sebagainya). Untuk mengenal kecepatan shutter speed coba lihat di http://fotografer.net pada data teknis foto.

ISO
IS0 adalah International Standart Organization, dulu namanya adalah ASA, American Standart Association. Standar Kepekaan Film (tingkat sensitifitas medium dalam menerima cahaya) Semakin rendah angka ISO, seperti ISO 100, tingkat kepekaan cahayanya makin kecil.

Maksudnya, jika memotret di dalam ruang remang-remang dengan menggunakan ISO 100 (rendah) maka hasilnya akan gelap, akan tetapi tergantung dengan kebutuhan juga, karena terkadang disengaja untuk mendapat hasil yang dramatis.

Begitu sebaliknya, semakin tinggi nilai ISO misalnya 1600, semakin besar tingkat kepekaan cahayanya.

Berikut ini adalah rahasia memotret lebih baik dengan kamera digital. Tipnya adalah sebagai berikut.

1. Perhatikan tatapan mata objek, pastikan objek menatap kamera, atau letakkan kamera sejajar dengan mata (eyes level).
2. Perhatikan latar belakangnya (hilangkan elemen yang nggak penting)
3. Bereksprorasilah dengan sudut pengambilan foto (angel)
4. Gunakan flash untuk memotret di luar ruangan (jika sinar matahari membentuk bayangan gelap di lingkaran wajah atau tubuh objek)
5. Rapatkan jarak Anda dengan objek foto. Jika fotomu tidak jelas berarti Anda tidak cukup dekat.
6. Cobalah out of centre (jangan selalu tempatkan objek di tengah melulu)
7. Untuk memotret objek yang bergerak gunakan “setengah shutter”, kunci objek dengan melakukan setengah shutter.
8. Pahami jangkauan flash, kamera saku maksimal jangkauan flash 3 meter.
9. Buatlah foto vertical atau horizontal, pilih yang terbaik.
10. Jadilah picture director, pengarah gaya.
11. Pegang kamera Anda dengan benar (gunakan kedua tangan Anda, supaya tidak goyang).
12. Penuhkan “frame” Anda dengan lebih mendekat ke objek.
13. Tentukan tema yang ingin disampaikan foto Anda sebelum memotret.
14. Gunakan tripot atau apapun untuk menopang kamera Anda, meja kecil juga boleh.
15. Gunakan timer untuk “foto bersama”
16. Gunakan ISO tinggi, tetapi hati-hati: penggunaan ISO yang keliru akan menimbulkan noise (bintik-bintik merah kekuning-kuningan).
17. Lihatlah beberapa foto orang lain yang menarik sebagai pembanding dan contoh agar hasil foto Anda menjadi lebih baik.
18. Hormati objek foto Anda (minta izin kalau mau motret orang atau seekor capung)
19. Belajarlah dari teman-teman fotografer di jejaring social atau milis fotografer.
20. Belilah dan baca buku tentang fotografi
21. Gunakan internet dan e-book untuk belajar, coba kunjungi http://4shared.com cari dan temukan segalanya di situs ini.
22. Pratikkan, perbanyak jam terbang dan belajar dari kesalahan-kesalahan Anda.

Selamat mencoba, setiap kita bergiliran menjadi hebat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar